Monday, May 24, 2010

Start A New Day

Hari baru telah dimulai, di mana kita hidup sekarang bertiga dalam satu atap. Mama, Ibu (panggilan untuk nenek "mama ibu"), saya..
Rasanya sepi sekali ya di rumah hanya dihuni oleh 3 orang..

Saya jadi teringatkan waktu dulu, sama, 3 orang dalam 1 atap. Ibu, Kakek dan saya..

Sejak kelas 3 SD saya tidak serumah dengan mama, karena mama bekerja di luar kota. Mama punya cafe mini, yah lumayan lah, ramai pengunjung dan banyak sekali anak muda yang datang ke sana.

Pertama kali mama mau pindah ke luar kota, beraaaat sekali rasanya! Bagaimanapun juga, apapun alasannya "hallo, saya jauh dari orang tua"
Tiap malam (umur 8tahun) saya tidur dengan ibu (nenek) di kamar. Saya menangis tersedu-sedu di tiap malamnya, tentunya karena say rindu kepada mama. Sebelum tidur, saya selalu berdoa dan mengucapkan selamat malam di dalam hati untuk mama..
"Malem ma, ade tidur, mama juga ya.Bismikaallahumaahyawabismikaammut"
Sambil memeluk guling sampai guling basah karena air mata yang begitu deras. Ibu memeluk sampai saya tertidur dan saya masih menangis saat bermimpi.

Mentari telah menunjukkan senyum hangatnya, kini pagi hari telah datang!:D
HOREEE,sebentar lagi mama melepon!!

Tiap pagi sebelum saya berangkat sekolah,mama menelepon.
"Hallo anakku sayang, udah makan de? jangan telet ke sekolah ya.."
bla bla bla bla.....

Saya datang ke sekolah dan kembali ceria. Dasar anak kecil ada hal yang bikin sedih tapi langsung lupa..

Jika hari sabtu telah datang, saya selalu menunggu-nunggu mama pulang ke rumah. Ya, mama pulang dan memberiku uang saku tiap minggu, plus oleh-oleh.
Betapa senangnya setelah 1 minggu ga ketemu mama dan sekarang bisa liat senyum mama..

Begitulah, berulag setiap hari dan setiap minggunya..
Tapi lama kelamaan ini berubah, mama pulang tidak tentu mungkin karena kecapekan, saya harus terima. Dan saya mulai terbiasa.

***

Sewaktu mama masih bekerja menjadi sekretais di sebuah perusahaan baju yang cukup ternama, setiap pagi sebelum mama berangkat ke kantor mama selalu memberi PR. PR dari LKS sekolah yang sudah difotocopy sebelum diisi (LKS dikumpulkan di sekolah jadi saya belajar dari LKS fotocopi-an) dan sepulang mama kerja, mama memeriksa semua jawaban dan memberikan nilai.
"De, ini kan soal pilihan ganda. Kenapa diisi cara essay?? Makanya kalau mau ngerjain sesuatu harus baca soalnya dulu, baca yang bener"
"Iya mah,maaf tadi salah. Terlanjur mah, ade males ngehapus"
Ini yang masih saya ingat kelas 2 SD
Karena mama sayang kepada anaknya, mama ingin anaknya pandai. Dengan penuh semangat mama selalu mengajari bagaimana caranya menulis huruf sambung yang tipis tebal, berhitung, sampai menghapal. Terkadangmama marah karena kecerobohan yang saya buat.

Hapalan demi hapalan, saya hapalkan dalam waktu 10 menit,membaca 1 kali pun langsung hapal dan mama men-test dengan secara acak. Sampai-sapai pada saat TPB, saya mendapatkan nilai sempurna di salah satu pelajarannya.

Jerih payah mama mendidik anakpun pada saat itu berhasil, saya selalu mendapatkan ranking 3 besar di kelas. Hanya ranking 1 yang belum pernah saya raih. Karena ranking 1 merupakan sesuatu yang suuuuuuliiiiiittt entah karena sama pesimis atau apa..
Mama memelukku saat pembagian rapor, mama pasti senang anaknya pandai.
"Ade harus bisa mempertahankan prestasinya ya..."



Selalu berusaha, mbuat jadwal rutinitas di setiap harinya agar tertanam jiwa disiplin dalam diri saya, atas doronagan semangat mama pula saya bisa seperti ini. Alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa dari suatu organisasi anak yatim dan sekolah.
Beasiswa telah diraih, biaya sekolah atau uang saku pun bisa lebih ringan. Saya mendapatkan 2 beaswiswa, 1. beasiswa prestasi, 2 beasiswa bantuan untuk anak yatim..
Lagi-lagi sayamembuat mama dan keluarhga saya tersenyum bahagia.

Ini berubah, karena mama pindah ke luar kota (ya.... seperti cerita sebelumnya) mungkin waktu belajar yang kurang terkontrol karena masa-masanya banyak main dengan teman-teman, merosot 1 peringkat, jadi peringkat 4. Tapi, AYOOO terus belajar dan saya tetap bisa mendapatkan ranking samapi lulus SD..Alhamdulillah...

Tetapi pada saat SMP, saya bisa kembali berprestasi dengan baik. Saya duduk di paling depan, terkadang duduk sendiri (duduk ditentukan oleh ibu wali kelas, dan kebetulan saya duduk sendirian,huh...). Setiap apa yang guru bicarakan paa saat menerangkan pelajaran, dengan gesit saya mencatatnya. Setiap apa yang guru tulis di papan tulis, tidak pernah terlewatkan 1 huruf pun untuk di tulis. Buku selalu penuh dengan catatan dan gambar-gambar konyol, tetapi ini adalah catatan yang kumplit dan saya jadi lebih mudah menghapal karena berwarna-warni (warna memudahkan daya ingat kita dalam menghapal)!! :D

Ujian selalu saya lewati dengan mudah, entah kenapa, sebenarnya saya termasuk orang yang malas belajar!!! tetapi penuh konsentrasi saat memerhatikan guru di kelas.
Pembagian rapor kelas 1 SMP.Dag Dig Dug.....
Tidak perna terbesit dalam benak untuk berharap dapat ranking, hanya berdoa dan berusaha..
Namaku dipanggil, mama lekas menganmbil rapor. Dan kita pulang, Ohhhhhhhhh..saya tidak mau melihat nilai rapornya karena takut nilai MERAH.
Mama tersenyum! "Ade, ranking3"
"Ah mama bohong???" Saya tidak percaya, ternyata semua yang saya pelajari selama 1 semester ini mendapat hasil akhir yang baik. Terimakasih ya Allah..

Seorang anak perempuan dengan rambut keriting gantung menyapa mama "Tante, kikko nilainya bagus ga?"
Saya menyikut tangan mama agar tidak memberitahukan nilai saya, saya malu, saya takut disebut anak yang sombong. Tetapi mama terlanjur bicara "Alhamdulillha ranking 3 wi"
"uhh mama huhuhu" teriaku dalam hati.

Selau saya mendapatkan ranking 3 besar di sekolah, betapa senagnya hati ini. Bahkan sempat ranking 2 tetapi ada nilai 5 di rapor yaitu matematika, hahahahahah. Kelebihan saya adalah menghapal bukan menghitung. Mungkin berbeda dengan teman yang lain yang dengan cepat dan tangkas menjawab soal berisi satu jawaban pasti itu. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selalu berusaha menjadikan kekurangan itu jadi satu kelebihan, meskipun itu sangan sulit.

Sampai kelas 3 SMP saya berpisah dengan mama. Selama 6 tahun hidup tanpa orang tua (meskipun saya masih dibimbing oleh kakek dan ibu (nenek). Mama tetaplah mama, tempat saya berlidung dari dunia luar yang mungkin dan semua bisa terjadi tanpa diduga-duga, tempat saya mengadu saat teman kecil mengejek, dan tempat berbagi kebahagiaan di setiap waktu. Mama orang yang paling saya sayang meskipun saya tidak pernah menyadarinya saat mama ada di samping saya, akan terasa rindu jika mama ada di luar kota, rindu ketika saya di luar kota. Terasa menyesal setelah bertengakar, dan gengsi ketika mau meminta maaf..

Akhirnya saya bisa bersama-sama mama, tiap hari bertemu meskipun sering bertengkar tapi tak jarang pula mama jadi teman curhat yang selalu memberi solusi untuk kebaikan:)
Menjalani hari baru dengan kebersamaan tanpa terpisah jarak lagi..

Ini yang saya lalui di lembaran baru bersama mama (meskipun pada walnya tidak setiap hari bersama mama), dan ibu yang selalu ada dikeseharian saya..
Semoga hari esok akan menjadi bagian lembaran baru yang lebih bahagia..
AMIN...

No comments:

Post a Comment

Devon Rex Cat